Yah.. kali ini ane dapat tugas lagi dari Pak Anwar, menulis.
Habbeuhhh..sumprit dah!!
Ternyata menulis itu susah-susah bikin kepala pusiang,, T_T
Minggu kemarin (20 November 2011) Pak Anwar menggiring kami para mahasiswa yang tertindas ke Alun-alun Kota Malang,
*bukan Alun-alun Batu yang ada itunya, pokoknya..yang bisa muter itu lohh..
Nahh..tugasnya itu sulit beud, yaitu suruh mengamati realitas alam dan kehidupan yang ada di sekeliling kita, bebaskan pikiran, lepaskan semua beban di dada, seperti skripsi (maklum lah aku kan udah skripsi, tau kan skripsi itu apa?), tugas-tugas, utang pulsa, dan tunggakan bayar kreditan jilbab. Hahahahha..
Nnah..ini fase yang paling sulit dari tugasnya.
Apa coba yang musti ane perhatiin dari realitas alam dan kehidupan?
Padahal tiap hari kita (manusia) sudah jadi aktor dan aktris dari realitas alam dan kehidupan. Bayangkan aja deh, kalo gak ada kita (manusia), pasti cuma ada hewan dan tumbuhan, terus mau ngapain coba mereka?
Pasti gak asyik beudd, bayangin deh kalo anjing cuma menggonggong doang, terus kucing cuman ngeong-ngeong ajja, trus bayangin deh kalo acara infotainment yang jadi host-nya kucing ama embek, hehehe..pasti lucccu.
Nah..kata Pak Anwar itu menulis gak ada aturan yang pasti, yang sistematis, yang sistemik, yang sis..sis.. itulah pokoknya..
Nah..sebagai seorang pemula penulis, saya sedang mencoba mempraktekkan apa kata Pak Anwar, kali-kali aja pada suatu hari kelak ane bisa jadi penulis yang sangat terkenal, hehehehe..
*gak usah ngirri dehh.
Kalo kita perhatiin, alun-alun Kota Malang ini itu strategis beud, one stop location. Gimana gak coba? Ada masjid Jami’, ada Gereja juga (belum tahu namanya), ada pusat perbelanjaan (tiiiiiittt..sensor), ada kantor pajak, ada BI, ada aku (gak dingg), hehehe…
Trus, ada kantor POS Indonesia yang gagah menjulang, walo sekarang sudah sedikit mulai tergerus ama model komunikasi yang lain. T_T
Nnaah, tapi ane gak mau bahas tentang itu semua, tapi aku cuma mau membahas hal yang sangat sederhana ketika ane di giring ma Pak Anwar ke alun-alun.
Coba deh perhatiin suasana alun-alun pasa jam 4an sore gitu, sejjuk beud kalo gak lagi ujan.
*cobba rasakan sodara, hehehehe..
Nahh..tau gak kenapa bisa sejuk beud?
Karena ada banyak pohon berdiri dengan tegak, tau kann pohon?
*Amit-amit nek gak tau pohon, pohon itu p-o-h-o-n, yak bener..POCONG!
Hahahaa..
Sadar gak sih kalo sebenarnya manusia itu sangat tergantung ma pohon, waktu ane ke alun-alun, manusia itu banyak yang berlindung di bawah naungan pohon. Jarang sekali pengunjung yang datang ke alun-alun itu menjauhi pohon. Jadi, tanpa disadari sebenarnya pohon itu berarti beud buat manusia. Tapi manusia itu jaim beud buat mengakui bahwa pohon itu sebenarnya soulmate-nya manusia.
Secara umum, tidak hanya pohon, tapi tumbuhan itu merupakan salah satu aspek terpenting dalam kehidupan manusia. Selain sebagai penghasil oksigen (that’s the impotant thing), pohon dengan warna hijaunya sangat menyejukkan mata dan pikiran. Ane pernah baca hasil penelitian, bahwa warna hijau itu bisa menetralisir mata kita, sehingga mata kita gak jadi gampang lelah. Tumbuhan juga merupakan salah satu aset terpenting dalam dunia perhewanan. Bayangin deh kalo sapi gak makan daun dan rumput-rumputan, tapi makan ayam..keren beud, lama-lama sapi juga bakal rebutan ma manusia ketika kita makan sate ayam.
*lagi mbayangin deh kalo aku ke warung ma sapi, terus suap-suapan.
Hehehehe…
Nah..balik ke awal, banyak manusia sekarang itu ngerasa gak butuh ma tumbuhan, khususnya ma pohon. Banyak sekalski pohon-pohon ditebang hanya demi keuntungan dari s-e-s-u-a-t-u yang namanya bisnis. Kebun kecil sekarang di sulap jadi perumahan, dengan bahasa yang sok-sok gaul, Regency, Dreamland, Downhill, dan lain-lain. Kenapa ya gak bikin nama-nama yang Indonesia beud, kayak Rumah Indah, Rumah Asri, Rumah Impian, Perumahan Rakyat, hehehhe..
Kuatirnya itu, kalo ada orang yang gak paham ma bahasa Inggris, taunya nama-nama gaul kayak tadi itu, terus anaknya lahir dikasih nama Sugeng Regency, atau gak gitu Purnomo Downhill nahh..loh.. fatal kan?!
Mungkin karena manusia semakin banyak dan bejibun, makanya tumbuhan dan pohon juga harus tergusur dan harus digantikan ma hunian. Menurutku apakah ini adil?
Kalo gak ada pohon manusia mau bernafas ama apa? Ama alat pernafasan yang namanya ventilator? Ya..bayangin aja deh kalo pada suatu saat nanti kemana-mana manusia akan bawa ventilator sendiri-sendiri, hahahah..tragis!!
Nah..balik lagi ke awal ke fungsi awal, katanya pohon itu paru-paru dunia, tapi kenapa paru-paru sebagai organ terpenting dalam sebuah keberlangsungan hidup tapi tidak dirawat dengan baik? Tapi malah digantikan dengan hunian, apakah hunian itu bisa jadi paru-paru?
*panu iyah.
Kalo ada kampanye untuk menanam pohon, gerakan semilyar pohon, tapi kenapa gak sampai ke daerah rumahku ya? Artinya menanam semilyar pohon itu masih kurang, apalagi luas Indonesia itu yang gak bisa diitung ma jari, yang bener itu gerakan setriliun pohon..
Atau agar lebih terlihat ada kontribusinya, para koruptor itu gak usah dipenjara lama-lama, keenakan (lagian di penjara ya cuma gitu-gitu doang), mending para koruptor ini hukumannya menanam pohon “kembali” di hutan-hutan yang di balak liar, dan harus tetap merawat sampai pohon itu udah tinggi menjulang, lama-lama jadi Tarzan dehh…..
Hehehhehe..
Hmmm, dari tadi aku kok menghujat mulu sih, gak baik.. aku sebagai manusia yang baik sudah sangat berusaha menjaga agar pohon dan tumbuhan itu tetap survive, contohnya..aku gak menganiaya pohon dengan menancapkan reklame-reklame tidak penting di batang pohon, terus aku sangat berusaha untuk tidak mengukir namaku ma nama cowok yang ane taksir di pohon, hehehe. Trus, aku juga sangat berusaha untuk tidak menghaumbur-hamburkan kertas (yang dibuat dari pohon juga). Salah satu langkah konkritnya, aku rajin kuliah, kalo gak kuliah kan otomatis nulis surat ijin ke dosen tuh, surat kan dari kertas, kertas dari pohon, nahh lohh..
*aku cerdas ya
Nahh..reader, sebelum kita pake ventilator pada hari yang makin canggih, sebelum kita malu dimarahi ya Allah dengan azabnya karena kita tidak bisa menjaga makhluk hidup yang lain, yyukk kita semakin dewasa dengan tidak mendholimi makhluk hidup yang lain.
SEMANGAT!