Halaman

Selasa, 01 November 2011

AREMA MENANG, AREMANIA RICUH

Sepertinya persepakbolaan nasional tidak akan maju jika hal ini terus terjadi. Pertandingan Arema Indonesia vs Persebaya yang merupakan laga kandang pertama bagi Arema di musim 2011-2012 ini tidak berjalan mulus. Dalam gelaran kompetisi liga paling bergengsi di Indonesia, yaitu Indonesia Premier League (IPL) pada hari Minggu 16 Oktober 2011, Arema Indonesia walaupun berhasil mengantongi 3 poin penuh di kandang, namun telah meninggalkan kesan dan korban yang tidak sedikit. Dalam pertandingan yang dilakukan di Stadion Gajayana ini, Arema Indonesia telah berhasil membuat Persebaya bertekuk lutut dengan skor 2-1 di depan 20 ribu supporter Aremania dan Aremanita.
Pada menit-menit awal, Singo Edan langsung melancarkan strategi menyerang dengan menempatkan duet Yongki Ariwibowo dan Noh Alam Shah di barisan depan. Beberapa kali Noh Alam Shah mampu menciptakan peluang-peluang yang mampu membuat penjaga gawang Joko Sutrisno jatuh bangun menepis tendangan Noh. Pada menit ke-5, tendangan Roman Chmelo masih melayang tipis dari gawang Joko Susilo. Puluhan ribu Aremania dan Aremanita bertepuk tangan melihat peluang Roman tersebut.
Pada menit ke-7, ketika Bustomi hendak mengumpan bola ke arah Noh Alam Shah, ia di-tackling oleh bek kanan Persebaya, Amin Amiruddin. Pelanggaran ini cukup berat dan menghasilkan kartu kuning bagi pemain Persebaya yang berasal dari Jombang ini. Tendangan bebas Arema Indonesia ini diekskusi oleh Roman Gollian, namun masih melenceng ke kiri gawang, dan hanya menghasilkan tendangan gawang bagi Persebaya. Pada menit-menit selanjutnya Persebaya juga melakukan beberapa kali serangan yang menghasilkan peluang dan cukup mengganggu gawang Kurnia Meiga. Sampai menit ke-10 pertandingan masih berjalan normal, walaupun permainan sering terhenti lantaran banyak sekali terjadi pelanggaran di kedua kubu.
Pada menit ke-12, bek kiri Persebaya Jojon Supraja memberikan umpan menyilang ke striker Persebaya yang berkebangsaan Argentina, Galiio Loubanje. Dalam situasi tersebut terjadi screamech di depang gawang Arema Indonesia dan Gallio terjatuh. Diduga Gallio jatuh karena di jegal oleh Zulkifli Syukur yang memang dikenal berani bermain keras. Wasit Nana menghentikan pertandingan, dan memberikan hadiah penalti kepada Persebaya. Pemain Arema Indonesia, khususnya Zulkifli melakukan protes keras terhadap wasit Nana. Ia menanggap Gallio melakukan diving, namun protes keras yang dilakukan tidak mampu merubah kenyataan, dan bahkan Zuklkifli dihadiahi kartu kuning oleh wasit Nana.
Pada menit ke-15 tercipta gol Persebaya yang dieksekusi oleh Orlando Manjes. Keadaan menjadi 1-0 untuk kemenangan Persebaya. Insiden tersebut nyatanya telah menciptakan sedikit kericuhan di bangku supporter yang mulai melakukan hal-hal yang tidak terpuji. Para Aremania melempari wasit akibat keputusan wasit yang dianggap terlalu memihak Persebaya, dan situasi di tribun sebelah utara lebih memanas. Hal ini dipicu oleh ada oknum yang diduga Bonek yang berpakaian ala Aremania melakukan selebrasi kecil ketika Persebaya berhasil menjeblos gawang Kurnia Meiga. Aremania tersulut emosi, dan terjadilah chaos di tribun utara.
Para polisi yang berjaga di sekitar lapangan langsung bertindak cepat dengan bergerak kearah tribun, dan langsung memboyong para tersangka kerusuhan dan korban. Dari kerusuhan tersebut, sepuluh korban dilarikan ke RS. Saiful Anwar rata-rata para korban mengalami pendarahan di kepala dan memar di sekujur tubuh akibat adu jotos yang dilakukan oleh suporter yang tersulut emosi. Dan hal ini mengakibatkan pertandingan dihentikan sekitar 20 menit untuk menunggu kondisi kembali kondusif.
Setelah dihentikan sekitar 20 menit, pertandingan dilanjutkan walaupun atmosfer pertandingan berjalan memanas. Hingga turun minum pertama, Arema Indonesia belum mampu mengerjar ketertinggalan dari Persebaya. Pada babak kedua, Arema Indonesia mulai melakukan perubahan strategi dengan memasukkan striker cadangan Sunarto yang menggantikan Yongki akibat cedera di babak pertama. Pada menit ke-50, Sunarto mampu memberikan gol balasan ke Persebaya melalui umpan indah Roman Chmelo. Kedudukan berubah menjadi 1-1. Para Aremania yang awalnya sepi tidak memberikan dukungan, kini mulai bergemuruh meramaikan suasana sore tersebut, walaupun gerimis turun di stadion Kota Malang.
Sebelum laga usai, pada menit ke-88, lagi-lagi Sunarto mampu menjebol gawang Joko Sutrisno melalui kaki kirinya. Kali ini ia mendapat umpan silang dari Ahamd Bustomi yang pada sore itu bermain cukup apik. Kedudukan berubah menjadi 2-1 dan kemenangan diraih Arema Indonesia pada sore itu, walaupun harus diwarnai dnegan kerusuhan yang cukup memberikan catatan merah bagi perjalanan Arema Indonesia di musim ini.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar